.jpg)
Danau Toba terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung berapi super masif berkekuatan VEI 8 sekitar 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu[2][3][4] yang memicu perubahan iklim global.
Metode penanggalan terkini yang berakurat menetapkan letusan tersebut terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu.
[5] Letusan ini merupakan letusan eksplosif terbesar di Bumi dalam 25 juta tahun terakhir. Menurut teori bencana Toba, letusan ini berdampak besar bagi populasi manusia di seluruh dunia;
dampak letusan menewaskan sebagian besar manusia yang hidup waktu itu dan diyakini menyebabkan penyusutan populasi di Afrika Timur-Tengah dan India sehingga memengaruhi genetika populasi manusia di seluruh dunia sampai sekarang
Kenapa danau itu disebut danau toba? Toba, misalnya, diartikan sebagai mata air luas nan indah, besar dan luas. Karena itu, Tao Toba berarti Tao dengan mata air luas nan indah.
Ceritanya diawali dengan adanya kisah tentang Putri Toba, yakni putri jelmaan ikan yang tersangkut pada jala seorang pemuda nelayan dan lalu mereka pun menikah, Dengan syarat, kisah asal mula Putri Toba tersebut harus dijaga kerahasiaannya dan tak boleh diceritakan kepada siapapun. Pemuda itu pun berjanji
tak akan pernah membongkar rahasia ini kepada siapapun dan sampai kapanpun. Mereka pun menikah dan sang pemuda beralih profesi menjadi seorang petani.
Kehidupan pernikahan mereka berjalan harmonis dan baik-baik saja
hingga akhirnya mereka pun memiliki seorang anak. Anak laki-laki tersebut dinamai Samosir. Anak laki-laki Samosir badannya gendut dan suka makan serta selalu lapar
Pada suatu hari Samosir ditugasi ibunya untuk mengirim makanan bagi ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun di tengah perjalanan Samosir pun merasa lapar lalu ia pun membuka makanan yang hendak dikirimkan bagi ayahnya itu dan lalu memakannya dengan lahap.
Ayah Samosir yang tengah bekerja di ladang merasa lapar juga dan merasa heran mengapa hingga sampai siang kiriman makanan untuknya belum juga sampai dan dikirimkan kepadanya. Ia pun lalu bergegas pulang sambil menahan lapar ia pun menjumpai sang anak, Samosir di tengah jalan yang sedang lahap menyantap kiriman makanan yang seharusnya untuk dirinya.
Melihat hal tersebut maka ia pun marah dan mengatai Samosir sebagai anak ikan. Lalu tak berapa lama pun langit menjadi gelap dan mendung mulai menurunkan hujan yang sangat deras, hingga berhari-hari seakan-akan seperti tangisan Putri Toba hingga lalu terbentuklah Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya
Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Tinggi monumen ini adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Pada 19 September 1945, terjadi insiden di Hotel Yamato. Arek-arek Suroboyo naik ke lantai atas hotel untuk merobek warna biru bendera Belanda sehingga tingga menyisakan warna merah dan putih yang merupakan warna bendera Indonesia.
Sejak itu, terjadi rangkaian polemik antara rakyat Surabaya melawan pasukan Inggris, Belanda, juga sisa-sisa serdadu Jepang. Tanggal 1 Oktober 1945, pejuang-pejuang Surabaya menyerbu markas Kempetai dan merampas senjata milik tentara Jepang.
Sorenya, terjadi perundingan antara perwakilan tentara Jepang dengan Pemerintah Daerah Surabaya. Dari perundingan tersebut disepakati bahwa Jepang akan menyerahkan Gedung Kempetai kepada rakyat Surabaya. Ketika pertempuran 10 November 1945 terjadi, Gedung Kempetai tersebut hancur terkena meriam Sekutu dari arah pelabuhan Tanjung Perak.
Gedung Siola (sebelumnya dinamakan White Laidlaw) adalah sebuah gedung bersejarah di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gedung ini sebelumnya pernah digunakan oleh para pejuang Indonesia untuk meredam serangan oleh pasukan Sekutu yang datang dari utara kota. Akibatnya, Pertempuran sengit membuat pejuang meluluh lantahkan gedung ini.
Setelah Indonesia telah merdeka, Siola pernah menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama di Surabaya. Letaknya berada di sebelah utara kawasan Jalan Tunjungan. Namun pada akhir tahun 1998, Siola akhirnya ditutup. Dan pada tahun 1999 gedung ini digunakan kembali oleh Ramayana Department Store dengan nama Ramayana Siola. Kini bangunan itu bernama Tunjungan City.